TANGGAL 24 MARET PERINGATAN HARI TUBERKULOSIS SEDUNIA (HTBS)

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan baik di Indonesia maupun di Dunia. Saat ini, Indonesia menempati peringkat ke 3 dan di tahun 2020 Indonesia menempati peringkat ke 2 negara dengan estimasi beban TBC tertinggi di dunia, dengan estimasi insiden sebesar 845.000 kasus atau 316 per 100.000 penduduk dan mortalitas/kematian sebesar 93.000 atau 35 per 100.000 penduduk (selain TB HIV). Sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030. Untuk mencapai cita-cita tersebut, diperlukan perubahan strategis sebagai langkah mengatasi factor determinan kesehatan melalui pendekatan multi-sektoral. Hal ini memacu program pengendalian TBC nasional terus melakukan intensifikasi, akselerasi, ekstensifikasi dan inovasi program melalui Strategi Nasional Pengendalian TBC. Dalam beberapa pertemuan regional maupun global, Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk menggunakan pendekatan multi-sektoral dalam mencapai eliminasi TBC.

Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang diperingati pada setiap tanggal 24 Maret setiap tahunnya, dirancang sebagai salah satu kegiatan kampanye serta membangun kesadaran masyarakat bahwa TBC sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia dan tentunya di Indonesia. Peringatan HTBS tahun 2020 ini dimaksudkan untuk meningkatkan peranserta masyarakat dan pemangku kebijakan dalam mendukung program pengendalian TBC serta menempatkan TBC sebagai isu utama dalam semua sektor di berbagai elemen masyarakat. Selainitu, rangkaiankegiatan yang dilaksanakan juga sebagai upaya penyebar luasan informasi TBC kepada masyarakat untuk meningkatkan dan mempertahankan pengetahuan serta kepedulian terkait dengan pencegahan penularan dan penanggulangan penyakit TBC yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

Tema HTBS tahun 202 di Global adalah “Its time” – dengan menekankan pentingnya komitmen yang dibuat oleh para pemimpin, yaitu:

·         Meningkatkan akses kepencegahan dan perawatan.

·         Membangun akuntabilitas.

·         Memastikan pembiayaan yang memadai dan berkelanjutan termasuk untuk penelitian.

·         Mempromosikan diakhirinya stigma dan diskriminasi, dan

·         Mempromosikan tanggapan TB yang adil, berbasis hak dan berpusat pada orang.

Indonesia sendiri masih dengan slogan aksi Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC), seperti telah digaungkan oleh WHO bersama dengan Global Fund dan Stop TB Partnership pada saat ini yaitu “Find. Treat. All. #EndTB ”. Tujuannya untuk mempercepat respon dan memastikan akses keperawatan.